Kategori: Kunjungan

UNU Blitar MOU dengan 40 Universitas di Taiwan

Minggu, 15 April 2018,
Kabar bahagia datang dari Taiwan. Hari ini (15/04) UNU Blitar telah melaksanakan penandatangan nota kesepaham kerjasama (MOU) dengan 40 Universitas di Taiwan. Pada pendatanganan ini UNU yang masuk dalam rombongan LPTNU diwakili oleh Bapak Wakil Rektor Pujiwianto, M.Pd. Adanya MOU ini akan membuka kesempatan dilaksanakannya Program pertukaran mahasiswa UNU Blitar dengan Mahasiswa Taiwan (Student exchange program), Program beasiswa lanjut S2 bagi mahasiswa berprestasi UNU Blitar, Program studi lanjut S3 bagi Dosen UNU Blitar, dan Program postdoctoral serta Program Kerjsama Penelitian antar PT. Besar harapan MOU ini menjadi batu loncatan perkembangan UNU Blitar menuju the character building university.(arf).

Stadium Generale, Prof. Dr. K.H. Mohammad Nuh, DEA.

Seluruh mahasiswa serta dosen Universitas Nahdlatul Ulama Blitar sangat antusias dalam acara kuliah umum bertajuk “Berkhidmah Melalui Layanan Pendidikan Terbaik Menuju 100 Tahun NU” oleh Prof. Dr. Ir. KH. Mohammad Nuh, DEA yang bertempat di gedung aula kampus 1 pada Sabtu, 03 Maret 2018. Acara ini juga dihadiri oleh kepala BPPT dan seluruh pejabat struktural Universitas Nahdlatul Ulama .

Prof. Dr. Ir. KH. Mohammad Nuh, DEA lahir di Surabaya, Jawa Timur pada 17 Juni 1959. Beliau merupakan salah satu Menteri pada masa kepemimpinan Presiden Bapak Susilo Bambang Yudhoyono, menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (2009-2014) dan Menteri Komunikasi dan Informatika (2007-2009), serta pernah menjabat sebagai Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (2003-2007) dan menjadi Rektor termuda dalam sejarah ITS. Dalam riwayat pendidikan, beliau menempuh studi S2 dan S3 di Universitas Montpellier, Perancis serta studi S1 di Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya. (sumber: Wikipedia.org).

Kegiatan kuliah umum dimulai pukul 09.30 yang dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya secara bersama-sama dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Syubbanul Whaton. Kemudian, dilanjutkan sambutan oleh Prof. Dr. H. M. Zainuddin, M. Pd Selaku Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Blitar menyampaikan terimakasih kepada Bapak Mohammad Nuh. Karena telah meluangkan waktu hadir di aula kampus 1 Universitas Nahdlatul Ulama Blitar untuk berbagi pengalaman dan keilmuan dalam rangka menyiapkan generasi emas NU di 100 tahunnya menuju tahun emas Indonesia (2045). Beliau juga menyampaikan, meskipun Universitas Nahdlatul Ulama Blitar masih baru saja berdiri, namun prospek Universitas Nahdlatul Ulama Blitar ditahun emas Indonesia (2045) adalah menjadi salah satu bagian terpenting dalam mencetak generasi emas tersebut. Sekarang Universitas Nahdlatul Ulama Blitar masih dalam masa berkembang, namun pada saatnya akan sama dengan Universitas Oxford di Inggris yang menyandang predikat universitas terbaik di dunia walaupun tergolong swasta.

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan kuliah umum yang disampaikan langsung oleh Bapak Mohammad Nuh sendiri. Dalam materi yang disampaikan beliau terdapat beberapa point tentang pentingnya membaca fakta dan memaknainya. Beliau juga menganalogikan dengan bangkrutnya beberapa perusahaan besar, karena tidak adanya adaptasi dan inovasi pada perusahaan tersebut sehingga tidak mampu menjawab tantangan zaman. Fakta-fakta juga beliau paparkan mengenai 10 orang terkaya di Indonesia dan hanya 1 orang yang beragama Islam, padahal seperti yang kita ketahui bahwa Islam merupakan agama mayoritas di negara Indonesia tercinta ini. Dari situlah beliau memaparkan potensi yang dimiliki NU dalam menjawab tantangan zaman dengan membaca fakta dan memaknainya.

Kemudian, beliau menyampaikan cita-cita ideal NU pada abad Ke-21. Disini beliau menjelaskan grafik populasi usia produktif NU dan peluang kejayaan yang dimiliki NU di abad pertama yang dilalui NU. Pemanfaatan digital dividen juga sangat penting untuk memperkuat organisasi NU. Beliau juga menggunakan prinsip percepatan dan menganalogikannya dengan lomba balap motor GP. “Perhatikan ketika balapan motor GP. Para peserta bisa mendahului peserta lain ketika berada pada posisi tikungan. Jika pada posisi lurus, mereka mempunyai kelajuan yang sama maka dari itu sulit untuk mendahului satu sama lain” ujar beliau. Jadi, beliau menyimpulkan percepatan sebagai kunci dan perubahan sebagai ruh.

Beliau mengakhiri kuliah umum dengan sebuah kalimat, bahwa “Setiap Generasi memiliki tugas kesejarahan sesuai zamannya. Ukirlah setiap lembar sejarah dengan prestasidan memberikan gambar grafik pergeseran kebutuhan dasar. Beliau juga mengajak para audiens untuk berpikir apa yang harus kita lakukan sekarang, jawabannya tidak lain dan tidak bukan yaitu membaca fakta dan memaknai dengan sebaik-baiknya.

Kunjungan Kerjasama UNU Blitar ke STIA Bayuangga Probolinggo: Seminar Penyusunan Proposal Penelitian Bagi Dosen dan Mahasiswa

Sabtu, 17 Maret 2018, LP2M UNU Blitar UNU Blitar melakukan kunjungan balasan ke STIA Bayuangga sebagai wujud kerjasama dalam bidang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. Kunjungan ini sekaligus dalam rangka menghadiri seminar Penyusunan Proposal Penelitian Bagi Dosen dan Mahasiswa dengan narasumber Achmad Ryan Fauzi, M.Pd. selaku Kepala Pusat Penelitian, Pengabdian, dan Hak Kekayaan Intelektual UNU Blitar.

Rombongan LP2M UNU Blitar disambut meriah oleh Andreas Pud Ramanka, S.Sos., M.Si. Ketua STIA Bayuangga Probolinggo beserta jajarannya termasuk ketua LP2M STIA Bayuangga. Acara ini dimulai pukul 10.30 WIB dan dihadiri peserta dari mahasiswa maupun dosen di lingkungan STIA Bayuangga Probolinggo. Banyak diskusi yang terjalin seputar langkah-langkah dalam mencapai keberhasilan penelitian. Seminar yang diakhiri pada pukul 13.30 WIB ini ditutup oleh Ketua STIA Bayuangga Probolinggo dengan harapan kerjasama antara UNU Blitar dan STIA Bayuangga Probolinggo tetap berkelanjutan terutama dalam bidang penelitian dan pengabdian masyarakat. (e.k)