Kategori: Perkuliahan

UNU Blitar Jadi Tuan Rumah Program KPU Provinsi Jatim Goes to Campus

UNU Blitar, 13 juni 2018. Senin, 4 Juni 2018 adalah hari yang penuh dengan aktifitas kemahasiswaan di UNU Blitar. Pada hari itu tiga agenda besar diselenggarakan di UNU Blitar salah satunya adalah program KPU Provinsi Jatim Goes to Campus.

Kegiatan KPU Provinsi Jatim Goes to Campus. Kegiatan ini dikemas dalam kegiatan Seminar dan Sosilasiasi Pemilih Pemula Pemilukada Provinsi Jawa Timur. Tema yang diangkat panitia KPU adalah Pemilih Cerdas Pemilu Berkualitas Dalam Pesta Demokrasi Pemilukada Jawa Timur Tahun 2018. Tujuan kegiatan yang diselengggarakan oleh KPU adalah memberikan edukasi kepada mahasiswa khususnya yang menjadi pemilih pemula.

Kegiatan ini diikuti oleh 150 orang Mahasiswa UNU Blitar dari berbagai prodi yang notabene tergolong pemilih pemula.

Kehiatan ini mengahadirkan tiga narasumber dengan tiga materi terkini yang dibutuhkan oleh Mahasiswa UNU Blitar dalam menyongsong pemilukada Jatim 2018. Narasumber pertama adalah Bapak Muhammad Arbayanto selaku Anggota KPU Jatim. Beliau membawakan Materi mengenai pemilu. Narasumber kedua adalah Prof. Dr. H. M. Zainuddin, M.Pd selaku rektor UNU Blitar. Beliau membawakan materi mengenai Menjadi Pemilih Cerdas. Sedangkan Narasumber ketiga adalah Dr. Dimyati Huda, M.Ag. selaku Ketua LPPM UNU Blitar. Beliau membawakan materi mengenai kedewasaan berdemokrasi bagi Mahasiswa.

Pesrrta sangat antusias mengikuti kegiatan yang diakan oleh KPU ini. Merwleka merasakan mendapat wawasan baru dalam memilih calon pemimpin mereka.
Pemimpin yang amanah, dan dapat memperjuangkan asiprasi untuk kemajuan Provinsi yang mereka cintai ini. Mereka juga berharap dengan kegiatan ini masyarakat khususnya pemilih pemula dapat berpartisapi dalam pesta demokrasi yang akan datang tanpa diiming-imingi oleh kepentingan dan paksaan sejumlah pihak, sehingga yang mereka pilih adalah murni dari hati nurani mereka. (wid). (ed.arf).

UNU Blitar MOU dengan 40 Universitas di Taiwan

Minggu, 15 April 2018,
Kabar bahagia datang dari Taiwan. Hari ini (15/04) UNU Blitar telah melaksanakan penandatangan nota kesepaham kerjasama (MOU) dengan 40 Universitas di Taiwan. Pada pendatanganan ini UNU yang masuk dalam rombongan LPTNU diwakili oleh Bapak Wakil Rektor Pujiwianto, M.Pd. Adanya MOU ini akan membuka kesempatan dilaksanakannya Program pertukaran mahasiswa UNU Blitar dengan Mahasiswa Taiwan (Student exchange program), Program beasiswa lanjut S2 bagi mahasiswa berprestasi UNU Blitar, Program studi lanjut S3 bagi Dosen UNU Blitar, dan Program postdoctoral serta Program Kerjsama Penelitian antar PT. Besar harapan MOU ini menjadi batu loncatan perkembangan UNU Blitar menuju the character building university.(arf).

Stadium Generale, Prof. Dr. K.H. Mohammad Nuh, DEA.

Seluruh mahasiswa serta dosen Universitas Nahdlatul Ulama Blitar sangat antusias dalam acara kuliah umum bertajuk “Berkhidmah Melalui Layanan Pendidikan Terbaik Menuju 100 Tahun NU” oleh Prof. Dr. Ir. KH. Mohammad Nuh, DEA yang bertempat di gedung aula kampus 1 pada Sabtu, 03 Maret 2018. Acara ini juga dihadiri oleh kepala BPPT dan seluruh pejabat struktural Universitas Nahdlatul Ulama .

Prof. Dr. Ir. KH. Mohammad Nuh, DEA lahir di Surabaya, Jawa Timur pada 17 Juni 1959. Beliau merupakan salah satu Menteri pada masa kepemimpinan Presiden Bapak Susilo Bambang Yudhoyono, menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (2009-2014) dan Menteri Komunikasi dan Informatika (2007-2009), serta pernah menjabat sebagai Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (2003-2007) dan menjadi Rektor termuda dalam sejarah ITS. Dalam riwayat pendidikan, beliau menempuh studi S2 dan S3 di Universitas Montpellier, Perancis serta studi S1 di Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya. (sumber: Wikipedia.org).

Kegiatan kuliah umum dimulai pukul 09.30 yang dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya secara bersama-sama dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Syubbanul Whaton. Kemudian, dilanjutkan sambutan oleh Prof. Dr. H. M. Zainuddin, M. Pd Selaku Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Blitar menyampaikan terimakasih kepada Bapak Mohammad Nuh. Karena telah meluangkan waktu hadir di aula kampus 1 Universitas Nahdlatul Ulama Blitar untuk berbagi pengalaman dan keilmuan dalam rangka menyiapkan generasi emas NU di 100 tahunnya menuju tahun emas Indonesia (2045). Beliau juga menyampaikan, meskipun Universitas Nahdlatul Ulama Blitar masih baru saja berdiri, namun prospek Universitas Nahdlatul Ulama Blitar ditahun emas Indonesia (2045) adalah menjadi salah satu bagian terpenting dalam mencetak generasi emas tersebut. Sekarang Universitas Nahdlatul Ulama Blitar masih dalam masa berkembang, namun pada saatnya akan sama dengan Universitas Oxford di Inggris yang menyandang predikat universitas terbaik di dunia walaupun tergolong swasta.

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan kuliah umum yang disampaikan langsung oleh Bapak Mohammad Nuh sendiri. Dalam materi yang disampaikan beliau terdapat beberapa point tentang pentingnya membaca fakta dan memaknainya. Beliau juga menganalogikan dengan bangkrutnya beberapa perusahaan besar, karena tidak adanya adaptasi dan inovasi pada perusahaan tersebut sehingga tidak mampu menjawab tantangan zaman. Fakta-fakta juga beliau paparkan mengenai 10 orang terkaya di Indonesia dan hanya 1 orang yang beragama Islam, padahal seperti yang kita ketahui bahwa Islam merupakan agama mayoritas di negara Indonesia tercinta ini. Dari situlah beliau memaparkan potensi yang dimiliki NU dalam menjawab tantangan zaman dengan membaca fakta dan memaknainya.

Kemudian, beliau menyampaikan cita-cita ideal NU pada abad Ke-21. Disini beliau menjelaskan grafik populasi usia produktif NU dan peluang kejayaan yang dimiliki NU di abad pertama yang dilalui NU. Pemanfaatan digital dividen juga sangat penting untuk memperkuat organisasi NU. Beliau juga menggunakan prinsip percepatan dan menganalogikannya dengan lomba balap motor GP. “Perhatikan ketika balapan motor GP. Para peserta bisa mendahului peserta lain ketika berada pada posisi tikungan. Jika pada posisi lurus, mereka mempunyai kelajuan yang sama maka dari itu sulit untuk mendahului satu sama lain” ujar beliau. Jadi, beliau menyimpulkan percepatan sebagai kunci dan perubahan sebagai ruh.

Beliau mengakhiri kuliah umum dengan sebuah kalimat, bahwa “Setiap Generasi memiliki tugas kesejarahan sesuai zamannya. Ukirlah setiap lembar sejarah dengan prestasidan memberikan gambar grafik pergeseran kebutuhan dasar. Beliau juga mengajak para audiens untuk berpikir apa yang harus kita lakukan sekarang, jawabannya tidak lain dan tidak bukan yaitu membaca fakta dan memaknai dengan sebaik-baiknya.

English A UNU Blitar sukses selenggarakan Journey to Mojokerto: Historical Relics of Majapahit Kingdom

UNU Blitar, Sabtu, 17 Maret 2018, Mahasiswa program studi Bahasa Inggris kelas A Universitas Nahdlatul Ulama Blitar menyelenggarakan kegiatan Journey to Mojokerto: Historical Relics of Majapahit Kingdom pada tanggal 16 dan 17 Maret 2018. Kegiatan tersebut diselenggarakan dalam rangka pembelajaran di luar kelas mata kuliah Intermediate Writing yang diampu oleh Ririn Pratiwi Suharto, S.S., M.Hum. Kegiatan tersebut bertujuan untuk melatih kemampuan mahasiswa menulis Infomation Report Text tentang peninggalan bersejarah Kerajaan Majapahit di masa lampau. Tidak hanya belajar berbahasa Inggris secara tertulis, mahasiswa juga mempraktikkan berbahasa Inggris secara lisan dengan wisatawan asing yang mereka jumpai di Museum Trowulan dan Candi Bajang Ratu di Mojokerto. Beberapa wisatawan asing mengapresiasi kegiatan ini dan juga memuji kelancaran mahasiswa berkomunikasi dengan menggunakan Bahasa Inggris. Harapan kami, kegiatan ini menjadikan Universitas Nahdlatul Ulama Blitar semakin dikenal tidak hanya di Indonesia, tetapi juga segera go international. (rps).