Kategori: Seminar

Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan oleh Hj. Titik Prasetyowati Verdi, S.H, M.H.

UNU Blitar, 6/6/2018. Senin, 04 Juni 2018 Universitas Nahdlatul Ulama Blitar atau yang lebih dikenal dengan sebutan UNU Blitar kembali menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR-RI. Kegiatan ini bertujuan untuk membangun kesadaran mahasiswa UNU Blitar agar lebih memahami pilar-pilar kebangsaan yang terdiri dari Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD NRI Tahun 1945). Sosialisasi ini disampaikan oleh Ibu Hj. Titik Prasetyowati Verdi, S.H., M.H. Beliau adalah anggota DPR RI Komisi X yang membidangi masalah pendidikan.
Kegiatan ini diawali dengan sambutan Rektor UNU Blitar, Prof. Dr. H. M. Zainuddin, M.Pd. yang mana dalam beliau sambuatannya beliau memberi penguatan bahwa UNU Blitar adalah The Character Building University. Dalam upaya membangun karakter UNU Blitar berpedoman pada pandangan Tawassuth (tengah), Tawazun (seimbang), Ta’adul (adil, netral) dan Tasamuh (toleran). Pandangan tersebut diharapkan dapat membangun karakter mahasiswa UNU Blitar.
Pada acara inti, yaitu sosialisasi empat pilar kebangsaan, Ibu Hj. Titik Prasetyowati Verdi, S.H., M.H. atau yang biasa disapa Bu Titik menyampaikan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia yang terangkum dalam empat pilar kebangsaan. Diantara nilai luhur itu adalah gotong royong, saling menghargai dan jujur. Ternyata apa yang disampaikan oleh Ibu Titik ini selaras dengan nilai-nilai karakter yang dikembangkan di UNU Blitar.

Dalam acara sosialisasi empat pilar ini, mahasiswa UNU Blitar tampak antuasias mengikuti acara sosialisasi. Mahasiswa berebut untuk melontarkan pertanyaan kepada Ibu Titik pada sesi tanya-jawab. Salah satu mahasiswa menyampaikan bahwa acara sepeti ini perlu diadakan lagi. Melihat antusias mahasiswa UNU Blitar, Ibu Titik akan menjadwalkan kembali untuk datang dan berdiskusi dengan mahasiswa UNU Blitar. (ci)

Kuliah umum oleh Prof. Dr. Titik Khawa Abdul Rahman

UNU Blitar, 1 Mei 2018
Minggu, 29 April 2018 UNU Blitar kedatangan tamu istimewa dari negeri tetengga. Temu tersebut adalah Prof. Dr. Titik Khawa Abdul Rahman beserta rombongan dari malaysia. Beliau merupakan salah satu profesor bereputasi internasional yang disegani. Banyak karya beliau yang menjadi rujukan.

Kuliah umum ini dikemas dalam kegiatan bertajuk Ziarah Muhabbah Al Husna Malaysia bersama UNU Blitar dan Kuliah Umum oleh Prof Dr. Titik Khawa Abdul Rahman. Kuliah umum ini dihadiri oleh Rektor Prof. Dr. H.M. Zainuddin, M.Pd, segenap pejabat struktural UNU Blitar, dan Civitas Akademika UNU Blitar. Kegiatan ini dilangsungkan di Rumah salah satu Dosen A. Rachman Sidik, B.A, M.H.

Dalam kuliah umum ini, Prof Titik menyampaikan materi tentang bagimana mendesain dan melaksanakan penelitian serta bagaiamana menulis artikel yang berkualitas. Beliau sangat bersemangat dalam menyampaikan materinya. Beliau juga tak segan untuk berbagi pengalamannya serta menjawab pertanyaan pertanyaan yang diberikan pada beliau. Peserta seminar pun sangat antusias dan bersemangatan untuk mengikuti kwgiatan ini sampai dengan akhir.

Kegiatan ini merupakan seuatu upaya untuk meningkatkan motivasi dan semangat civitas akademika unu blitar dalam melaksanakan tri dharma. Besar harapan kegiatan ini dapat memacu dan meningkatkan semangat untuk melaksankaan tri dharma yang tidak sekedar kewajiban tetapi suatu kebutuhan. (arf)

UNU Blitar Gelar Workshop Penulisan Proposal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat bagi Dosen berNIDN

UNU Blitar, 1 Mai 2018,
Dalam rangka persiapan menuju pengajuan proposal penelitian dan pengabdian masyarakat 2018, LPPM UNU Blitar menggelar kegiatan bertajuk workshop penulisan proposal penelitian dan pengabdian masyarakat bagi dosen berNIDN UNU Blitar. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 28 April 2018 bertempat di aula kampus 1 UNU Blitar.

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua LPPM Dr. H.M. Dimyati Huda, M.Ag, Kepala Pusat Penelitian, Publikasi Ilmiah, HKi, dan Kebijakan Publik Achmad Ryan Fauzi, M.Pd. Serta segenap Dosen berNIDN di lingkungan UNU Blitar.

Kegiatan ini diisi oleh penyampaian materi tentang sistematika penulisan proposal berdasarkan panduan XII 2018. Panduan ini diterbitkan oleh Kemenristekdikti yang mana memiliki perbedaan yang signifikan daripada panduan edisi sebelumnya. Kegiatan juga diisi dengan klinik proposal. Sesi ini merupakan kesempatan bagi dosen untuk mencurahkan kesulitan-kesulitannya dalam menyusun proposal.

Kegiatan ini merupakan wujud pembinaan dan kepeduliaan UNU Blitar kepada Dosen dosen yang ada. Kegiatan ini juga merupakan upaya untuk meningkatkan kulaitas dan kuantitas penelitian dan pengabdian masyarakat UNU Blitar. Dengan begitu akan terbentuk daya saing UNU Blitar yang berdampak pada meningkatnya daya saing masyarakat Blitar secara khusus dan Indonesia secara umum. (arf)

Stadium Generale, Prof. Dr. K.H. Mohammad Nuh, DEA.

Seluruh mahasiswa serta dosen Universitas Nahdlatul Ulama Blitar sangat antusias dalam acara kuliah umum bertajuk “Berkhidmah Melalui Layanan Pendidikan Terbaik Menuju 100 Tahun NU” oleh Prof. Dr. Ir. KH. Mohammad Nuh, DEA yang bertempat di gedung aula kampus 1 pada Sabtu, 03 Maret 2018. Acara ini juga dihadiri oleh kepala BPPT dan seluruh pejabat struktural Universitas Nahdlatul Ulama .

Prof. Dr. Ir. KH. Mohammad Nuh, DEA lahir di Surabaya, Jawa Timur pada 17 Juni 1959. Beliau merupakan salah satu Menteri pada masa kepemimpinan Presiden Bapak Susilo Bambang Yudhoyono, menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (2009-2014) dan Menteri Komunikasi dan Informatika (2007-2009), serta pernah menjabat sebagai Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (2003-2007) dan menjadi Rektor termuda dalam sejarah ITS. Dalam riwayat pendidikan, beliau menempuh studi S2 dan S3 di Universitas Montpellier, Perancis serta studi S1 di Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya. (sumber: Wikipedia.org).

Kegiatan kuliah umum dimulai pukul 09.30 yang dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya secara bersama-sama dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Syubbanul Whaton. Kemudian, dilanjutkan sambutan oleh Prof. Dr. H. M. Zainuddin, M. Pd Selaku Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Blitar menyampaikan terimakasih kepada Bapak Mohammad Nuh. Karena telah meluangkan waktu hadir di aula kampus 1 Universitas Nahdlatul Ulama Blitar untuk berbagi pengalaman dan keilmuan dalam rangka menyiapkan generasi emas NU di 100 tahunnya menuju tahun emas Indonesia (2045). Beliau juga menyampaikan, meskipun Universitas Nahdlatul Ulama Blitar masih baru saja berdiri, namun prospek Universitas Nahdlatul Ulama Blitar ditahun emas Indonesia (2045) adalah menjadi salah satu bagian terpenting dalam mencetak generasi emas tersebut. Sekarang Universitas Nahdlatul Ulama Blitar masih dalam masa berkembang, namun pada saatnya akan sama dengan Universitas Oxford di Inggris yang menyandang predikat universitas terbaik di dunia walaupun tergolong swasta.

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan kuliah umum yang disampaikan langsung oleh Bapak Mohammad Nuh sendiri. Dalam materi yang disampaikan beliau terdapat beberapa point tentang pentingnya membaca fakta dan memaknainya. Beliau juga menganalogikan dengan bangkrutnya beberapa perusahaan besar, karena tidak adanya adaptasi dan inovasi pada perusahaan tersebut sehingga tidak mampu menjawab tantangan zaman. Fakta-fakta juga beliau paparkan mengenai 10 orang terkaya di Indonesia dan hanya 1 orang yang beragama Islam, padahal seperti yang kita ketahui bahwa Islam merupakan agama mayoritas di negara Indonesia tercinta ini. Dari situlah beliau memaparkan potensi yang dimiliki NU dalam menjawab tantangan zaman dengan membaca fakta dan memaknainya.

Kemudian, beliau menyampaikan cita-cita ideal NU pada abad Ke-21. Disini beliau menjelaskan grafik populasi usia produktif NU dan peluang kejayaan yang dimiliki NU di abad pertama yang dilalui NU. Pemanfaatan digital dividen juga sangat penting untuk memperkuat organisasi NU. Beliau juga menggunakan prinsip percepatan dan menganalogikannya dengan lomba balap motor GP. “Perhatikan ketika balapan motor GP. Para peserta bisa mendahului peserta lain ketika berada pada posisi tikungan. Jika pada posisi lurus, mereka mempunyai kelajuan yang sama maka dari itu sulit untuk mendahului satu sama lain” ujar beliau. Jadi, beliau menyimpulkan percepatan sebagai kunci dan perubahan sebagai ruh.

Beliau mengakhiri kuliah umum dengan sebuah kalimat, bahwa “Setiap Generasi memiliki tugas kesejarahan sesuai zamannya. Ukirlah setiap lembar sejarah dengan prestasidan memberikan gambar grafik pergeseran kebutuhan dasar. Beliau juga mengajak para audiens untuk berpikir apa yang harus kita lakukan sekarang, jawabannya tidak lain dan tidak bukan yaitu membaca fakta dan memaknai dengan sebaik-baiknya.

Kunjungan Kerjasama UNU Blitar ke STIA Bayuangga Probolinggo: Seminar Penyusunan Proposal Penelitian Bagi Dosen dan Mahasiswa

Sabtu, 17 Maret 2018, LP2M UNU Blitar UNU Blitar melakukan kunjungan balasan ke STIA Bayuangga sebagai wujud kerjasama dalam bidang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. Kunjungan ini sekaligus dalam rangka menghadiri seminar Penyusunan Proposal Penelitian Bagi Dosen dan Mahasiswa dengan narasumber Achmad Ryan Fauzi, M.Pd. selaku Kepala Pusat Penelitian, Pengabdian, dan Hak Kekayaan Intelektual UNU Blitar.

Rombongan LP2M UNU Blitar disambut meriah oleh Andreas Pud Ramanka, S.Sos., M.Si. Ketua STIA Bayuangga Probolinggo beserta jajarannya termasuk ketua LP2M STIA Bayuangga. Acara ini dimulai pukul 10.30 WIB dan dihadiri peserta dari mahasiswa maupun dosen di lingkungan STIA Bayuangga Probolinggo. Banyak diskusi yang terjalin seputar langkah-langkah dalam mencapai keberhasilan penelitian. Seminar yang diakhiri pada pukul 13.30 WIB ini ditutup oleh Ketua STIA Bayuangga Probolinggo dengan harapan kerjasama antara UNU Blitar dan STIA Bayuangga Probolinggo tetap berkelanjutan terutama dalam bidang penelitian dan pengabdian masyarakat. (e.k)