Mahalnya pengadaan bilik sterilisasi disinfektan, membuat mahasiswa jurusan Teknik Mesin Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar membuat secara mandiri bilik tersebut.

Berbekal semangat dan kerja keras, mahasiswa dapat membuat bilik tersebut dan sudah diujicoba dan berhasil.

Inovasi mahasiswa UNU Blitar ini datang dari rasa khawatir akan penyebaran virus Corona di Blitar Raya. Berbekal alat dan bahan seadanya, mahasiswa membuat sebuah bilik penyemprotan disinfektan.

“Blitar dalam akhir-akhir ini ditetapkan sebagai redzone oleh Pemprov Jatim. Kami sebagai mahasiswa teknik mesin unu blitar mencoba tanggap dalam situasi ini untuk membuat bilik sterilisasi yang kami beri nama Bataco ( Blitar Tanggap Corona). Dengan adanya batako ini semoga dapat meminimalisasi rantai penyebaran virus corona di Blitar,” ujar Nanang M Nur, mahasiswa UNU yang bertindak selaku Ketua Tim kepada BLITARTIMES, Selasa (2/4/2020).

Mahasiswa berharap alat buatan mereka ini bisa digandakan. Dan ke depan bisa dimanfaatkan dengan dipasang di tempat-tempat umum dan pedesaan tak hanya di wilayah Blitar, tapi di wilayah lain di Indonesia.

“Kami berharap alat ini bisa digandakan dan dipasang di ruang publik atau di tempat umum. Besar harapan kami alat ini bisa dipasang di setiap wilayah di Indonesia khususnya setiap perbatasan desa di seluruh di Blitar Raya. Karena banyaknya orang yang masih keluar masuk antar kabupaten yang bisa membawa virus karena itu bilik sterilisasi menjadi jawaban pandemi pada saat ini. Dan ketika keluar bilik mereka menjadi lebih steril sehingga berkumpul dengan keluarga mereka menjadi aman,” tegasnya.

Dikatakanya, bilik sterilisasi ini memiliki lebar 95 cm, panjang 120 cm dan tinggi 220 cm. Sementara bahanya terbuat dari pipa hollow, mika dan plastik.

“Kami baru membuat 1 bilik. Untuk sistem kerjanya menggunakan sprey atau air yang disemprotkan dan akan kami kembangkan menggunakan uap. Alat ini juga sudah menggunakan otomatis yang mana ketika ada orang berada di dalam bilik, sensor akan mendeteksi dan alat akan menyala, sehingga cairan dinsifektanya bisa membaluri seluruh tubuh dan virus akan mati,” paparnya.

Alat perdana bilik Bataco ini akan dipakai di kampus UNU Blitar. Namun demikian M Nur selaku Ketua Tim mengaku belum menemukan cairan disinfektan yang pas. Dirinya berharap dinas terkait di Blitar bisa membantu dalam menciptakan formula disintektan yang sesuai standart kesehatan.

“Untuk cairan disinfektanya kami belum menemukan yang pas untuk alat kami , kami berharap dinas terkait bisa membantu kami untuk menentukan disinfektan yang pas dan aman untuk kesehatan manusia,” tukasnya.

Kreativitas mahasiswa Teknik Mesin UNU Blitar dalam membuat bilik sterilisasi virus Corona mendapat apresiasi dari lembaga kampus. Kaprodi Teknik Mesik UNU Blitar, Nurhadi Saputro, berharap alat ini bisa membantu pemerintah dalam memutus mata rantai Covid-19.

“Saya sangat mengapresiasi kerja dari anak-anak teknik mesin. Yang mana dalam keadaan yang tidak aman ini, mereka mampu mencoba membuat alat yang bisa menyeterilkan dan bisa memutus rantai covid 19 atau virus Corona. Padahal mereka menggunakan seadanya dan dana seadanya. Namun luar biasa, mereka bisa membuat karya ini untuk Indonesia. Semangat dan teruslah berinovasi, I am pround,” pungkasnya. (dinukil dari blitartimes.com)