Memberdayakan masyarakat di kawasan pedesaan konsisten dilakukan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar melalui pengabdian kepada masyarakat. Dalam implementasinya, program pengabdian dilaksanakan dengan menerjunkan para mahasiswa untuk memberikan penyuluhan dan pendampingan kepada kelompok masyarakat. Langkah ini diharapkan mendorong perekonomian masyarakat di wilayah pedesaan akan semakin berdaya.

Salah satu kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakna Himpunan Mahasiswa Program Studi (Himaprodi) Peternakan Fakultas Ilmu Eksakta UNU Blitar dengan gelar Program Penyuluhan dan Pelatihan Pendampingan Manajemen Pakan dan Budidaya Itik Pedaging di Desa Dayu, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar.

Kegiatan yang merupakan bagian dari program PHP2D akan dijalankan selama empat bulan kedepan. Kegiatan ini resmi dimulai ditandai dengan pembukaan dan penyuluhan yang dibuka secara langsung oleh Rektor UNU Blitar KH Zainudin didampingi Kepala Desa Dayu Nur Rifai pada Minggu (30/8/2020).

Ketua Panitia kegiatan dari mahasiswa UNU Muhammad Muhsin mengungkapkan di pelatihan ini mahasiswa memberikan pelatihan pakan budidaya maggot melalui integrated farming. Langkah ini diambil sebagai respon mahalnya pakan ternak itik di pasaran. Dengan pelatihan ini diharapkan kedepan peternak itik di Desa Dayu bisa menghasilkan pakan berkualitas dengan memanfaatkan bahan baku yang ada di sekitar mereka.

“Maggot adalah yang paling potensial dikembangkan sebagai pakan itik karena mudah ditemukan dan biayanya relatif murah. Maggot ini akan jadi sumber protein untuk bebek. Kita pilih maggot sebagai sumber protein karena semakin hari harga sentrat yang mahal semakin merugikan peternak,” kata Muhsin.

Dikatakanya, selain bisa digunakan sendiri oleh peternak, maggot yang diolah dan dihasilkan juga bisa dijual secara umum ke pasaran. Hal ini tentu akan banyak memberikan keuntungan kepada para peternak yang membudidayakan maggot.

“Bila tenaga mencukupi, maggot yang dibudidayakan bisa dijual ke pasaran. Bila dijual harga maggot ini juga akan lebih murah dari konsentrat pabrikan, bila harga konsentrat pabrikan ini Rp 400 ribu untuk maggot ini bisa dihargai Rp 200 hingga Rp 250 ribu,” jlentrehnya.

Dan yang terpenting lanjut dia, budidaya pakan ternak oleh para peternak diharapkan dapat mendongkrak keuntungan dalam beternak itik pedaging. “Jika sebelumnya mereka para peternak hanya mendapatkan laba sekitar Rp 400 hingga Rp 600 ribu, kedepan setelah panen mereka bisa menghasilkan laba sekitar Rp 1 juta bahkan lebih,” tegasnya.

Sementara itu Rektor UNU Blitar KH Zainudin dalam kesempatan ini menyampaikan UNU Blitar melaksanakan pengabdian kepada masyarakat sebagai salah satu impelementasi pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Mahasiswa yang turun dalam pengabdian didorong untuk mengatasi persoalan-persoalan yang terjadi di masyarakat.

“Ijazah itu sebenarnya hanya sebagai kajian ilmiah. Oleh sebab itu mahasiswa UNU tidak hanya handal di akademis, tapi harus dibekali ketrampilan. Jadi mahasiswa UNU setelah lulus bisa handak kedua-duanya. Setelah lulus, mahasiswa UNU akan dapat sertifikat dari BNSP. Karena apa?, masyarakat yang dibutuhkan sekarang adalah ketrampilan berupa aplikasi kehidupan dapat bermasyarakat. Di masyarakat pasti ada permasalahan, kami mendorong mahasiswa untuk mengatasi problematika yang terjadi di masyarakat,” ungkap Zainudin.

Baca Juga : Rektor UIN Malang: Orientasi Kepemimpinan Harus Dimaknai Niat Wujudkan Kebaikan

Leih dalam rektor berharap kehadiran mahasiswa bisa memberikan pencerahan dan transfer ilmu serta pengalaman kepada peternak itik di Desa Dayu.”Mahasiswa bisa memberikan kajian keilmuan, praktik dan problemnya. Sehingga masyarakat bisa tahu teorinya. Karena sebelumnya masyarakat melakukan sesuatu berdasarkan pengalaman tetangganya. Harapanya masyarakat bisa tahu bahwa setiap kegiatan itu ada referensinya,” imbuhnya.

Di kesempatan yang sama, Lestariningsih selaku Dosen Pembimbing mahasiswa Himaprodi Peternakan UNU Blitar menyampaikan ending dari pengabdian masyarakat yang dilaksanakan kali ini adalah terbentuknya kelompok peternak itik di Desa Dayu. Diketahui jumlah peternak itik di desa ini cukup banyak, namun sayangnya hingga saat ini mereka belum terwadahi dalam suatu kelompok masyarakat.

“Dengan dibentuk kelompok diharapkan kedepan peternakan itik di Desa Dayu akan semakin berkembang. Dengan adanya kelompok, pembinaan dan pendampingan juga akan lebih mudah dilakukan. Harapanya peternak bisa lebih berdaya dan hasil kerja mereka tidak mencemari lingkungan. Karena selama ini kan terkenal jika peternakan itu limbahnya mencemari lingkungan, ini yang ingin kita minimalisir,” kata Lestariningsih.

Kehadiran mahasiswa peternakan UNU Blitar disambut baik masyarakat dan kalangan peternak di Desa Dayu. Kepala Desa Dayu Nur Rifai dalam sambutanya berharap pelatihan dan pendampingan dari mahasiswa dapat meningkatkan mutu dan kualitas peternakan di Desa Dayu. Dirinya juga berpesan kepada peternak yang ikut pelatihan untuk belajar dengan sungguh-sungguh dan mengimplementasikan ilmu yang didapat untuk mengembangkan budidaya ternak yang digeluti.

“Semoga dengan kegiatan ini peternakan di Desa Dayu bisa semakin maju, kesejahteraan masyarakat semakin baik dan ekonomi desa semakin kokoh,” pungkas Nur Rifai.(*)