Prestasi membanggakan kembali diraih oleh Civitas Akademika UNU Blitar. Kali ini Nura Rizki, Mahasiswi Program Studi Pendidikan Olahraga UNU Blitar. Bahkan, Nura Rizki mampu berprestasi di even international dalam kejuaraan Ju jitsu Abu Dhabi International Pro Seoul 2019 di Korea mewakili Indonesia. Nura Rizki menyumbangkan medali emas untuk Indonesia mengalahkan atlet Korea Selatan, Minkyu Kim dibabak final, Minggu (20/10/2019). Pada kejuaraan ini, atlet Ju jitsu Indonesia peraih medali emas masing-masing dipersembahkan oleh M Ariq Noor, Nura Rizki Amalia dan Nurul Azizah. Para atlet Ju jitsu merah putih bertarung mengalahkan sejumlah atlet dari berbagai dunia. Salah satunya, Ariq yang saat difinal berjumpa dengan atlet tuan rumah Park Wonho.

“Sejak awal saya sudah percaya diri,walaupun saya hanya 185 cm berat 109kg dan sang lawan tuan Korea bernama Park Wonho tampil dihadapan pendukungnya sendiri. Saya juga tahu,kalau dia dikenal didunia BJJ Korsel, karena acap Kali menang dalam beberapa pertandingan. Tapi saya tetap pede dan hasilnya, saya bersyukur atas prestasi ini,” tutur Ariq dalam keterangan tertulisnya kepada Radio Republik Indonesia, (RRI), Senin (21/10/2019).

Catatan yang diterima Radio Republik Indonesia, sang juara asal Indonesia, Ariq mengalahkan atlet tuan rumah Korea Park Wonho hanya dalam tempo tidak lebih 1 menit dengan tehnik bantingan tani othoshi dan diteruskan dengan cekikan Okuri eri jime sehingga membuat lawannya Pass Out (pingsan) sekitar 5 detik.

Nasib baik juga dialami Ju jitsu putri merah putih Nura Rizki yang mampu . Sedangkan, tiga medali perunggu Indonesia disumbangkan oleh Cornelia Lumban Tobing, Willy dan Rengga.

Manager Timnas Ju jitsu Indonesia, Mahesa Arba mengatakan, hasil ini diraih atas kerja keras atlet dan tim. “Bersyukur skill yang didapat selama pemusatan latihan jelang SEA Games, Ariq dan para atlet Ju jitsu Indonesia tampil sangat percaya diri,” ujar Manager Timnas Ju jitsu Indonesia, Mahesa Arba.

Namun demikian, ia mengingatkan atlet untuk tidak terlalu euforia dengan hasil ini. “Tetap berlatih keras,” kata dia.

Target sesungguhnya, menurut Mahesa, saat tampil di SEA Games Filipina, mendatang. Melihat perkembangan teknik, fisik dan strategi para atlet saat bertanding di Korea Selatan, Mahesa optimis atlet jujitsu Indonesia juga bisa menyabet medali di SEA Games Manila.

“SEA Games, kami datang untuk kemenangan,” optimis sang manager Mahesa.

Hasil prestasi tim nasional Ju jitsu Indonesia menyonsong SEA Games 2019 ini sebagai kado terindah untuk presiden Joko Widodo dan K.H. Ma’ruf Amin yang telah resmi dilantik pada hari Minggu (20/10/2019).

Ketua Umum Pengurus Besar Jujitsu Indonesia (PBJI) Laksdya TNI (Purn) Dr. Desi Albert Mamahit, M.Sc menilai perjuangan para atlet Indonwsia untuk menaikkan bendera merah putih diiringi, lagu Indonesia Raya, bukanlah tanpa keringat dan perjuangan sehari di Abu Dhabi International Pro Seoul. ‘Pendekar’ Ju Jitsu Indonesia harus berhadapan dengan atlet-atlet tangguh dari berbagai dunia dengan total mencapai 361 peserta, diantaranya berasal dari Korea Selatan, USA, Rusia, Mongolia, Spanyol, Jepang, Kazaktan dan Indonesia. (sumber: rri.co.id)