Pusat Studi Kitab Kuning (PUSTAKA) UNU Blitar Hadiri \"Seminar Nasional Turost Tasawuf\" di UIN Syekh Wasil Kediri

Rabu (03/12/2025) Pusat Studi Kitab Kuning (Pustaka), di bawah naungan Fakultas Agama Islam, Universitas Nahdlatul Ulama Blitar, menghadiri Seminar Nasional Bertajuk "Membaca Kembali Naskah Turost Tasawuf Nusantara untuk Resiliensi Spiritual di Era Digital" di UIN Syaekh Wasil, Kediri.  Seminar ini dipunggawai langsung oleh Mudir ‘Aali JATMAN Prof. Dr. KH. Ali Masykur Musa, SH.M.Si., M.Hum., Prof. Dr. Hj. Robingatun, selaku Guru Besar di bidang Tasawuf dan Dr. H. Ahmad Karomi, M.Th.l. selaku sekretaris Nahdlatut Turost .

Kegiatan seminar ini diikuti oleh banyak syu’biyah Jatman dan Wathaniyyah se-Jawa Timur, akademisi, dan juga para mahasiswa yang memiliki minat kajian-kajian sufistik. Mengenai seminar ini, Direktur Pustaka, Abdullah Muhammad Al-Hasan mengatakan, "Seminar turost tasawuf seperti ini memiliki manfaat besar sebagai kran pembuka cakrawala keilmuan Islam, melalui karya-karya dan lelaku ulama tasawuf sepanjang sejarah. Apalagi, era saat ini perlu dihubungkan dengan tradisi masa lalu yang baik, untuk mengisi ruang kehidupan yang berimbang, antara dunia dan akhirat.”

Tak lupa, Dekan FAI UNU Blitar, Dr. Arif Muzayin Sofan, selaku Pembina Pustaka mengatakan, “Alhamdulillah, ini baru kali pertama Pusat Studi Kitab Kuning (Pustaka) hadir dalam acara-acara semacam ini, sejak didirikannya Oktober lalu. Harapannya, teman-teman yang ada di Pustaka bisa banyak perspektif tentang dunia keilmuan dan pengelolaan pusat studi. Dan terus terang, Pustaka ini Direktur dan anggotanya adalah Mahasiswa. Tentunya, sebagai ruang kaderisasi dan strategi membentuk iklim ilmiah di tingkat mahasiswa. Ke depan, saya harap atmosfir ilmiah di lingkungan Fakultas Agama Islam segera terbentuk secara baik dan solid, demi pengembangan dan branding fakultas ke depannya.”

Selain itu, Pustaka juga berbincang-bincang langsung dengan Dr. Karomi secara hangat. “Kedepan, Pustaka akan menghadirkan beliau untuk mengisi diskusi ataupun seminar. Apalagi beliau sesungguhnya juga orang Blitar, Sanankulon, tepatnya. Insyallah tetap sambung,” pungkas Direktur Pustaka.  

Semoga seminar ini bisa menjadi pemantik diskusi-diskusi ilmiah dan menumbuhkan gairah intelektual di Universitas Nahdlatul Ulama Blitar, khususnya di tubuh Fakultas Agama Islam. [HA]