FAI UNU Blitar Gandeng Sanggar Budaya Patrialoka

Pada Jumat (9/1/2026) Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama Blitar menggandeng Sanggar Budaya Patrialoka yang beralamatkan di Jalan Tanjung 117 Pakunden Blitar dan melakukan latihan rutin di Balai Kesenian Istana Gebang kediaman Bung Karno. Dr. Arif Muzayin Shofwan, M.Pd., selaku Dekan Fakultas Agama Islam menyatakan bahwa kerjasama antara perguruan tinggi dengan para praktisi seni memiliki manfaat bagi kedua belah pihak. Praktisi seni akan menyajikan pengalaman nyata dalam lingkungan akademik, sedangkan perguruan tinggi bisa menyiapkan mahasiswa yang bersemangat untuk menggabungkan teori akademik dan praktek dari praktisi seni.

Sementara itu, Erwien Johanes, M.Pd., selaku Ketua Sanggar Budaya Patrialoka menjelaskan bahwa kerjasama antara perguruan tinggi dengan praktisi seni memang harus dilakukan untuk menunjang kemajuan kedua belah pihak. Menurutnya, Sanggar Budaya Patrialoka yang telah membina kurang lebih 600 anak dan dewasa mulai jenjang PAUD hingga SMA telah melakukan pembinaan berbagai bidang, meliputi seni tari, karawitan, tetembangan, wayang kulit, wayang orang, tata rias, dan semacamnya. Beberapa cabang tempat latihan Sanggar Budaya Patrialoka di Kota Blitar ada lima lokasi, yaitu Istana Gebang, Pusat Informasi Pariwisata dan Perdagangan (PIPP), Taman Museum Supriyadi, Gedung Kesenian Aryo Blitar, dan Agrowisata Blimbing Karangsari. Sedangkan cabang tempat latihan di Kabupaten Blitar ada lima lokasi, yaitu di Kademangan, Lodoyo, dan Wlingi.

“Alhamdulillah, tahun ini Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama Blitar terutama pada Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini telah mendatangkan dosen praktisi seni tari dari Sanggar Budaya Patrialoka. Tentu saja kerjasama semacam ini akan mampu menciptakan ekosistem yang dinamis yang mana antara teori akademik bertemu dengan praktek profesional. Sehingga dengan demikian, kerjasama ini mempersiapkan lulusan yang lebih siap kerja dan relevan dengan industri kreatif”, ujar Arif.

Erwien berharap, mudah-mudahan Sanggar Budaya Patrialoka ke depan dapat memunculkan bibit-bibit ‘seniman yang akademis’ dan ‘akademis  yang seniman’ sehingga mampu mengawinkan teori dan praktek serta mampu melestarikan seni dan budaya di Indonesia. Sanggar Budaya Patrialoka yang telah membina tingkat PAUD, SMA, perguruan tinggi, dan umum ini mudah-mudahan akan terus mampu mengikuti perkembangan jaman dengan melakukan inovasi-inovasi dan kreasi-kreasi budaya dan seni yang membawa kontribusi bagi masyarakat luas lintas generasi.