Sinergi UNU Blitar dan BNNK: Cetak Frontliner Mahasiswa Menuju Kampus Bersinar

BLITAR – Menanggapi fenomena mengkhawatirkan terkait meningkatnya angka penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja hingga pelosok daerah, Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar mengambil langkah preventif yang tegas. Pada Selasa, 11 Februari 2026, Aula Kampus 1 UNU Blitar menjadi saksi dimulainya kolaborasi besar antara akademisi dan otoritas keamanan dalam memerangi narkotika.

Kegiatan diawali dengan momen krusial berupa penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (MoU) antara Kepala BNNK Blitar dan UNU Blitar. Dalam sambutannya, Wakil Rektor 3 UNU Blitar menegaskan bahwa kampus harus menjadi benteng pertahanan pertama bagi generasi muda.

Tak sekadar seremoni, acara ini dikemas secara dinamis dengan melibatkan peran aktif mahasiswa. Para Duta UNU Blitar tampil lihai mengawal acara sebagai MC, moderator, hingga tim dokumentasi, sementara anggota Formadiksi UNU Blitar hadir sebagai peserta utama yang siap menjadi agen perubahan.

Salah satu momen paling krusial adalah sosialisasi dan sesi tes urin gratis. Tercatat 8 peserta dengan antusias mengajukan diri untuk mengikuti tes secara sukarela. Tindakan ini merupakan indikator besar meningkatnya kesadaran dan keberanian mahasiswa untuk membuktikan diri bersih dari narkoba tanpa adanya paksaan atau urgensi tertentu.

Kegiatan yang berlangsung selama hampir dua jam ini membuahkan hasil yang impresif. Bukan sekadar memahami bahaya laten narkoba, para mahasiswa merasakan transformasi sikap yang signifikan. Mereka menyatakan kesiapannya untuk menjadi Frontliner bagi BNNK Blitar ujung tombak pemberantasan narkoba di wilayah Blitar Raya.

“Tujuan kami adalah menciptakan lingkungan kampus yang BERSINAR (Bersih dari Narkoba). Ini adalah investasi jangka panjang untuk mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045,” ungkap salah satu penyelenggara.

Sebagai langkah konkret pasca-MoU, UNU Blitar berencana mengirimkan mahasiswa untuk menimba ilmu dan melakukan praktik lapangan secara langsung di kantor BNNK Blitar. Sinergi ini diharapkan menjadi model kolaborasi berkelanjutan yang mampu memutus rantai peredaran narkoba di lingkungan pendidikan.