UNU Blitar Raih Empat Penghargaan dalam Arjunu Award 2026
Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar meraih empat penghargaan sekaligus dalam ajang Arjunu Award 2026 yang digelar Asosiasi Relawan dan Pengelola Jurnal PTNU (ARJUNU), Selasa (10/2/2026). Acara berlangsung di Auditorium Lantai 9 Kampus B Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Jawa Timur.
Penghargaan diberikan kepada empat jurnal ilmiah di lingkungan UNU Blitar yang dinilai menunjukkan peningkatan mutu dan konsistensi dalam pengelolaan publikasi ilmiah. Arjunu Award sendiri merupakan agenda tahunan yang bertujuan memperkuat sinergi antar-LPPM dan pengelola jurnal di Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU).
Empat jurnal UNU Blitar berhasil memperoleh penghargaan pada kategori berbeda, yakni Jurnal Pendidikan: Riset dan Konseptual (kategori SINTA 4), Jurnal Brilliant (SINTA 4), Jurnal SINDA (kategori Jurnal Baru), serta Jurnal JTPDM (kategori Jurnal Baru). Keempatnya unggul setelah melalui proses pemetaan indeksasi Scopus, SINTA, dan jurnal internasional lainnya yang digunakan panitia sebagai dasar penilaian.
Pada kegiatan ini, UNU Blitar mengirimkan empat perwakilan pengelola jurnal sebagai peserta. Mereka adalah Arum Ayu Lestari, M.H., Hengki Hendra Pradana, M.Psi., Tyas Alhim Mubarak, M.Hum., dan Fernadiksa Rasta Putra Pratama, M.Pd. Keempatnya hadir mewakili jurnal masing-masing serta mengikuti rangkaian seminar dan diskusi penguatan sinergi PTNU.
Ketua LPPM UNU Blitar, Ahmad Saifudin, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan sekaligus motivasi bagi UNU Blitar untuk terus memperkuat kualitas riset dan publikasi ilmiah.
“Empat penghargaan ini bukan hanya apresiasi, tetapi amanah agar UNU Blitar semakin serius memperkuat tata kelola publikasi ilmiah. Kami ingin jurnal-jurnal UNU dapat naik peringkat, memperluas dampak riset, serta ikut membangun reputasi PTNU di tingkat nasional,” ujarnya.
Saifudin menambahkan bahwa keberhasilan para pengelola jurnal tidak terlepas dari komitmen mereka dalam membangun sistem editorial yang lebih profesional, mematuhi standar etika publikasi, serta memperbaiki manajemen naskah secara berkelanjutan.
“Kami berkomitmen meningkatkan kapasitas editor, memperluas kolaborasi, serta mempercepat proses percepatan akreditasi SINTA. Harapannya, setiap jurnal memiliki roadmap yang jelas dan terukur sehingga mutu publikasi semakin meningkat,” tuturnya.
Acara Arjunu Award 2026 sendiri menjadi bagian dari agenda “ARJUNU Award dan Seminar Sinergi PTNU melalui Peran LPPM dan Pengelola Jurnal”. Selain penganugerahan, kegiatan diisi dengan sambutan dari Ketua ARJUNU, perwakilan LPDP, Kementerian Agama, serta Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU). Jajaran akademisi dan editor jurnal bereputasi juga hadir sebagai narasumber seminar.
Rangkaian acara berlangsung sejak pukul 08.00–13.00 WIB dan mencakup sesi seminar tentang strategi peningkatan akreditasi jurnal, penguatan jejaring riset, hingga optimalisasi sistem pengelolaan editorial di lingkungan PTNU.
Empat penghargaan yang diraih UNU Blitar dinilai menjadi momentum penting dalam memperkuat posisi kampus tersebut sebagai institusi yang terus mendorong budaya akademik produktif dan terpercaya. Ke depan, UNU Blitar menargetkan peningkatan akreditasi SINTA, publikasi ilmiah yang lebih berkualitas, serta perluasan kolaborasi dengan lembaga penelitian dan universitas lain.