UNU Blitar Gelar Wawancara Calon Dosen Tetap 2026, Tahap Akhir Penentuan Kelulusan

Blitar — Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar melaksanakan seleksi wawancara calon dosen tetap tahun 2026 sebagai tahap akhir dalam rangkaian proses rekrutmen tenaga pendidik. Tahapan ini menjadi penentu dalam menetapkan peserta yang akan dinyatakan lulus sesuai kebutuhan formasi yang tersedia.

Seleksi wawancara berlangsung pada Rabu (25/2/2026) mulai pukul 09.00 WIB di Kampus I UNU Blitar, Jalan Masjid 22 Kota Blitar. Kegiatan ini diikuti oleh peserta yang sebelumnya telah dinyatakan lolos seleksi administrasi dan tes tulis berbasis computer based test (CBT).

Ketua Panitia seleksi, Wijianto, menyampaikan bahwa pelaksanaan seleksi dilakukan secara objektif, transparan, dan akuntabel guna menjamin kualitas dan integritas proses rekrutmen.

“Seleksi ini kami rancang untuk memperoleh calon dosen yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik yang baik, tetapi juga berintegritas serta memiliki komitmen untuk berkontribusi dalam pengembangan UNU Blitar,” ujar Wijianto.

Ia menambahkan bahwa seluruh tahapan seleksi disusun secara sistematis dan berjenjang. “Mulai dari seleksi administrasi, tes tulis, hingga wawancara, semuanya dirancang untuk menggali potensi peserta secara menyeluruh, baik dari aspek kompetensi, kepribadian, maupun komitmen terhadap institusi,” katanya.

Sebanyak 25 peserta mengikuti tahapan wawancara yang berasal dari lima program studi, yakni Ilmu Komputer, Teknik Mesin, Teknik Sipil, Ekonomi Syariah, dan Komunikasi Penyiaran Islam. Para peserta tersebut merupakan kandidat terbaik yang lolos pada tahapan sebelumnya.

Pelaksanaan wawancara dilakukan secara luring dan daring. Peserta yang berdomisili di wilayah Jawa Timur mengikuti wawancara secara langsung di kampus, sedangkan peserta dari luar Jawa Timur mengikuti wawancara secara daring melalui aplikasi konferensi video. Skema ini diterapkan untuk memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh peserta.

Dalam pelaksanaannya, wawancara dilakukan secara panel yang melibatkan unsur pimpinan akademik, yaitu ketua program studi dan dekan, serta dilanjutkan dengan wawancara oleh unsur yayasan. Materi yang digali meliputi kompetensi keilmuan, kesiapan mengajar, pemahaman terhadap tridharma perguruan tinggi, serta kesiapan berkontribusi dalam pengembangan institusi.

Selain aspek akademik, seleksi juga menitikberatkan pada pemahaman nilai-nilai keislaman dan ke-NU-an sebagai karakter perguruan tinggi. Peserta diuji terkait pemahaman Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) serta praktik amaliyah Nahdlatul Ulama dalam kehidupan sehari-hari.

Aspek komitmen dan loyalitas turut menjadi perhatian dalam proses seleksi. Peserta diminta menunjukkan kesiapan untuk mengabdi sebagai dosen tetap serta berkontribusi secara berkelanjutan dalam pengembangan institusi.

Panitia menetapkan bahwa peserta yang dinyatakan lulus adalah mereka yang memenuhi seluruh persyaratan serta memiliki nilai akhir terbaik dan berada pada peringkat sesuai kebutuhan formasi yang tersedia. Penetapan kelulusan dilakukan berdasarkan hasil akhir seleksi dan keputusan panitia bersifat final.

“Melalui proses seleksi ini, kami berharap dapat menghadirkan dosen yang tidak hanya kompeten di bidangnya, tetapi juga memiliki dedikasi dan komitmen jangka panjang untuk membangun UNU Blitar,” ujar Wijianto.

Peserta yang dinyatakan lulus selanjutnya akan mengikuti kegiatan orientasi dan pembekalan sebagai bagian dari proses adaptasi awal sebelum melaksanakan tugas di lingkungan UNU Blitar.

Melalui rangkaian seleksi yang dilaksanakan secara sistematis dan profesional, UNU Blitar berharap dapat menghadirkan tenaga pendidik yang berkualitas, berintegritas, serta mampu berkontribusi dalam pengembangan pendidikan tinggi berbasis nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.