Kaprodi PIAUD UNU Blitar Jadi Narasumber Visiting Lecture Nasional, Tekankan PAUD Holistik Integratif

Ketua Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar, Dessy Farantika, M.Pd, menjadi narasumber dalam kegiatan visiting lecture nasional yang digelar melalui kolaborasi antara PPIAUD Indonesia dan Program Studi PIAUD UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Rabu (29/4/2026).

Dalam kuliah tamu tersebut, Dessy mengangkat tema manajemen lembaga PAUD berkualitas berbasis layanan holistik integratif. Ia menekankan bahwa kualitas pendidikan anak usia dini sangat ditentukan oleh kesiapan sumber daya dan sistem layanan yang terintegrasi.

“Fondasi PAUD berkualitas adalah sumber daya yang berkualitas. Layanan yang diberikan pada anak usia dini oleh satuan PAUD harus mampu memfasilitasi proses pembentukan fondasi tersebut, dan dilanjutkan di jenjang pendidikan dasar,” ujar Dessy di hadapan para mahasiswa.

Ia menjelaskan bahwa pendekatan holistik integratif merupakan model layanan yang tidak hanya berfokus pada aspek pendidikan, tetapi juga mencakup kesehatan, pengasuhan, dan perlindungan anak secara menyeluruh. Menurutnya, mahasiswa sebagai calon guru PAUD perlu memahami pendekatan ini sejak dini agar mampu mengimplementasikannya di lapangan.

“Pendekatan layanan anak usia dini yang menyatukan berbagai aspek kebutuhan anak secara menyeluruh (holistik) dan saling terhubung (integratif). Artinya, anak tidak hanya dilayani dari sisi pendidikan, tetapi juga kesehatan, pengasuhan, dan perlindungan,” katanya.

Di hadapan mahasiswa PIAUD UIN Malang, Dessy juga menguraikan empat aspek utama dalam manajemen lembaga PAUD berkualitas, yakni pendidikan, pengasuhan, kesehatan, dan perlindungan. Keempat aspek tersebut harus dikelola dengan prinsip berpusat pada anak (child-centered), terpadu, partisipatif, serta sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak.

Selain pemaparan konsep, Dessy turut membagikan strategi implementatif yang dapat diterapkan oleh lembaga PAUD. Di antaranya adalah integrasi program pembelajaran dengan layanan kesehatan, penguatan kemitraan dengan posyandu dan puskesmas, serta pelaksanaan parenting education untuk meningkatkan peran orang tua.

“Pengelolaan PAUD yang efektif memerlukan kolaborasi lintas sektor, sistem pemantauan perkembangan anak berbasis observasi, serta penguatan kebijakan sekolah ramah anak,” ujarnya.

Namun demikian, ia juga mengingatkan adanya tantangan yang masih dihadapi dalam pengelolaan PAUD, seperti keterbatasan sumber daya manusia, minimnya koordinasi lintas sektor, serta belum optimalnya partisipasi orang tua.

Kegiatan visiting lecture ini mendapat antusiasme tinggi dari mahasiswa PIAUD UIN Malang yang aktif berdiskusi selama sesi berlangsung. Melalui forum ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya memahami konsep teoritis, tetapi juga memiliki kesiapan praktis dalam mengelola lembaga PAUD yang berkualitas dan berkelanjutan di masa depan.