UNU Blitar Tandatangani PKS Beasiswa LPPD Jatim 2026, Terima Kuota 20 Mahasiswa S1 PIAUD
Blitar — Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar kembali memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat melalui kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Kampus yang berada di bawah naungan Nahdlatul Ulama tersebut resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) Program Beasiswa Lembaga Pengembangan Pesantren dan Diniyah (LPPD) Provinsi Jawa Timur Tahun 2026 dan memperoleh kuota 20 mahasiswa Program Sarjana (S1) Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD).
Penandatanganan kerja sama dilakukan dalam rangkaian kegiatan Launching dan Sosialisasi Program Beasiswa Pemerintah Provinsi Jawa Timur Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Pesantren dan Diniyah Provinsi Jawa Timur di Ruang Hayam Wuruk, Lantai 8 Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, Surabaya, Rabu (10/6/2026). Kegiatan tersebut dihadiri pimpinan perguruan tinggi mitra penyelenggara program beasiswa dari berbagai daerah di Jawa Timur.
UNU Blitar diwakili oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik, Dr. Mohamad Fatih, M.Pd yang hadir dalam acara launching sekaligus penandatanganan PKS bersama puluhan perguruan tinggi mitra lainnya.
Perolehan kuota 20 mahasiswa S1 PIAUD menjadi capaian penting bagi UNU Blitar. Program ini membuka kesempatan lebih luas bagi lulusan pesantren dan masyarakat Jawa Timur untuk melanjutkan pendidikan tinggi tanpa terbebani biaya kuliah, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam menyiapkan tenaga pendidik anak usia dini yang profesional dan berkarakter.
Dalam laporannya, Ketua LPPD Jawa Timur, Prof.Halim Soebahar, menyampaikan bahwa Program Beasiswa Pemerintah Provinsi Jawa Timur Tahun 2026 dirancang untuk menjangkau 1.100 mahasiswa dan mahasantri pada berbagai jenjang pendidikan. Program tersebut meliputi beasiswa Sarjana (S1), Magister (S2), Doktor (S3), Ma'had Aly, hingga program studi ke Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir, yang dilaksanakan melalui kerja sama dengan 64 perguruan tinggi mitra.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia merupakan investasi jangka panjang yang harus dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, pesantren memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi masa depan yang mampu beradaptasi dengan perkembangan global tanpa kehilangan identitas dan nilai-nilai kebangsaan.
Khofifah menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus melakukan pengembangan skema beasiswa. Jika sebelumnya hanya mencakup jenjang sarjana, kini program tersebut telah berkembang hingga jenjang magister, doktor, studi ke Universitas Al-Azhar Kairo, serta program berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Langkah ini dilakukan untuk memperluas peluang santri dan generasi muda Jawa Timur dalam berbagai bidang keilmuan dan profesi masa depan.
Ia juga mengutip pandangan ilmuwan dan diplomat internasional Kishore Mahbubani mengenai pergeseran pusat peradaban dunia ke kawasan Asia. Menurutnya, momentum tersebut harus dijawab dengan mempersiapkan SDM unggul yang mampu bersaing di tingkat global.
“Penguatan kualitas SDM harus terus dilakukan melalui akses pendidikan yang lebih luas. Kami ingin santri dan generasi muda Jawa Timur memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensi terbaiknya sehingga mampu menjadi bagian dari pembangunan bangsa dan menghadapi persaingan global,” kata Khofifah.
Bagi UNU Blitar, keterlibatan dalam program ini bukan sekadar memperoleh kuota beasiswa, tetapi juga menjadi bagian dari kontribusi nyata perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pemerataan akses kuliah bagi masyarakat.
Wakil Rektor I UNU Blitar, Mohamad Fatih, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan LPPD kepada UNU Blitar sebagai salah satu perguruan tinggi mitra penyelenggara program beasiswa.