Kunjungan Kuliah Kerja Profesi (KKP) Mahasiswa PGSD UNU Blitar di BBPPMPV Seni dan Budaya Yogyakarta
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Nahdlatul Ulama Blitar tengah melaksanakan salah satu agenda akademik penting, yaitu mata kuliah Kuliah Kerja Profesi (KKP). Pada kesempatan kali ini, kegiatan KKP dilaksanakan pada hari Selasa, 09 Juni 2026, bertempat di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Seni dan Budaya Yogyakarta. Pemilihan lokasi ini dinilai sangat strategis dan relevan bagi para calon pendidik untuk memperluas cakrawala keilmuan, khususnya dalam mengintegrasikan unsur seni dan budaya ke dalam dunia pendidikan dasar.
Kegiatan kunjungan edukatif ini didampingi langsung oleh Wakil Rektor 1 Bidang Akademik Universitas Nahdlatul Ulama Blitar, yaitu Bapak Dr. Mohamad Fatih, M.Pd. Kehadiran beliau memberikan dukungan moral yang besar bagi para mahasiswa dalam menimba ilmu di luar kampus. Setibanya di lokasi, rombongan dari Blitar ini disambut dengan sangat hangat oleh Bapak Sigit Purnomo, S.Pd., M.Pd., selaku perwakilan dari bidang pengembangan di BBPPMPV Seni dan Budaya Yogyakarta, yang sekaligus membuka ruang dialog dan kerja sama antarlembaga.
KKP kali ini mengusung tema yang sangat inspiratif, yaitu "Semarak Kreasi: Mendalami Seni dan Budaya melalui Keterampilan Tangan". Untuk mengejawantahkan tema tersebut, para mahasiswa dilibatkan langsung dalam berbagai aktivitas seni yang aplikatif. Ragam kegiatan yang mereka ikuti meliputi praktik pembuatan keramik dari tanah liat, praktik menggambar untuk mengasah kreativitas visual, serta praktik memainkan alat musik tradisional angklung yang melatih keselarasan dan kerja sama tim.
Selama menjalani seluruh rangkaian kegiatan di BBPPMPV Seni dan Budaya Yogyakarta, antusiasme yang ditunjukkan oleh mahasiswa PGSD Universitas Nahdlatul Ulama Blitar sangat luar biasa. Suasana belajar terasa begitu menyenangkan, hidup, dan penuh kegembiraan saat mereka mencoba hal-hal baru di luar rutinitas perkuliahan teori. Pengalaman langsung ini tidak hanya memberikan keceriaan, tetapi juga bekal keterampilan berharga yang siap mereka bawa pulang untuk diterapkan saat mengajar di sekolah dasar kelak.