UNU Blitar Gelar Workshop Peningkatan Mutu Institusi Melalui SPMI

Universitas Nahdlatul Ulama Blitar melalui Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) menyelenggarakan kegiatan workshop peningkatan penjaminan mutu institusi melalui sistem penjaminan mutu internal, Kamis, 8 April 2021 di Hotel Puri Perdana, Kota Blitar. Hadir dalam workshop ini, Badan Penyelenggara UNU Blitar, Rektor UNU Blitar, Para Wakil Rektor, Ketua LPM beserta Kepala Pusat AMI dan Akreditasi, Para Dekan, Para Kaprodi, Kepala BAAUK beserta Kepala Bagian, Para Direktur Lembaga, hingga Staf Ahli Rektor.

Rektor UNU Blitar, Prof. Dr. H. M. Zainuddin membuka acara dan memberi sambutan mengenai pentingnya peningkatan mutu UNU Blitar melalui sistem penjaminan mutu internal (SPMI). Rektor menambahkan, “Di usia UNU Blitar yang memasuki tahun ke-5 pada 2021 ini, UNU Blitar telah mendapatkan Peringkat 2 Nasional antar PTNU yang berbadan hukum nahdlatul ulama, bahkan menduduki Peringkat 8 Nasional untuk PTNU melalui pemeringkatan Webometrics. Namun, mutu institusi harus tetap ditingkatkan secara profesional dan berintegritas”, paparnya.

SPMI merupakan salah satu cara menjawab berbagai permasalahan pendidikan tinggi di Indonesia. Tujuan dari penjaminan mutu adalah memelinara dan meningkatkan mutu pendidikan tinggi secara berkelanjutan dengan mewujudkan visi dan misi Perguruan Tinggi melalui Tridnarma Perguruan Tinggi

Hadir sebagai narasumber adalah Dr. Ir. Mahayu Worolestari, M.P yang merupakan Kepala Badan Penjaminan Mutu Universitas Islam Malang (UNISMA).  Beliau memaparkan mengenai strategi jitu menuju akreditasi nasional unggul hingga akreditasi internasional.

Lebih jauh, narasumber menjelaskan bahwa akuntabilitas itu tidak hanya dalam bidang keuangan saja, tetapi akuntabilitas bidang mutu internal dengan dilaksanakannya audit mutu internal (AMI). Tugas auditor adalah mencocokan kesesuaian antara standar pendidikan tinggi yang ditetapkan oleh perguruan tinggi dengan kenyataannya di lapangan, dan dimaksudkan pula untuk mencari peluang-peluang bagi peningkatan mutu internal masing-masing program studi. Hal ini untuk pencapaian mutu sesuai harapan seluruh pemangku kepentingan pendidikan tinggi sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi. Penjaminan mutu sebagaimana dilakukan melalui penetapan, pelaksanaan, evaluasi, pengendalian, dan peningkatan standar pendidikan tinggi. 

Narasumber juga memaparkan, walaupun perguruan tinggi sudah selaras dengan standar pendidikan tinggi, namun persyaratan penjaminan mutu ada tiga hal, yakni komitmen, perubahan paradigma dan sikap mental dari seluruh civitas akademik. 

Dalam acara workshop tersebut, Dr. Ir. Mahayu Worolestari, M.P menyampaikan bahwa auditor SPMI ini berbeda dengan auditor-auditor lain, auditor mutu internal adalah mencari ruang-ruang untuk meningkatkan kualitas. “Temuan-temuan audit mutu internal ini bukan mencari-cari kesalahan, namun lebih kepada saling koreksi agar perguruan tingginya maju dan meningkat mutunya,” demikian ujarnya.